Minggu, 04 Januari 2015

Makalah bahasa indonesia

Makalah Bahasa Indonesia Peran Bahasa Indonesia dalam Pendidikan Karakter Disusun oleh : Nurhafidah 20200113058 PENDIDIKAN BAHASA ARAB FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN 2013/2014 KATA PENGANTAR Assalamualaikum. Wr. Wb Puji syukur selalu kita panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala curahan rahmat, hidayah dan inayah-Nya sehingga penulis mampu menyelasaikan tugas yang diberikan oleh dosen pembimbing untuk membuat sebuah makalah dengan judul “Peran Bahasa Indonesia dalam Pendidikan Karakter “. Shalawat dan salam tak lupa kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat-sahabat dan para pengikut beliau sampai akhir zaman. Makalah yang di sajikan sedapat mungkin penulis hadirkan dalam bentuk yang mudah dimengerti. Namun demikian,penulis menyadari adanya kekurangan dan keterbatasan penyampaian materi di dalam makalah ini. Karenanya penulis menerima kritik dan saran dari berbagai pihak terutama dari Bapak selaku dosen pembimbing mata kuliah Bahasa Indonesia demi kesempurnaan isi dari makalah kami dan menjadi pelajaran dikemudian hari. SAMATA , 6 Januari 2014 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL....................................................................................................1 KATA PENGANTAR..................................................................................................2 DAFTAR ISI................................................................................................................3 BAB I PENDAHULUAN A.LATAR BELAKANG.............................................................................................4 B. RUMUSAN MASALAH........................................................................................6 C.TUJUAN PENULISAN...........................................................................................6 BAB II PEMBAHASAN 1.Kaitan Bahasa Indonesia dalam Pendidikan Karakter..............................................7 2.Pentingnya Penggunaan Bahasa Indonesia Dalam Kehidupan Bermasyarakat........9 3.Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia Dalam Dunia Pendidikan.....................11 4. Penanaman Pendidikan Karakter Melalui Bahasa..................................................12 BAB III PENUTUP i.Kesimpulan...............................................................................................................18 ii.Saran........................................................................................................................19 Daftar Pustaka............................................................................................................20 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan karakter bisa dipengaruhi oleh banyak hal, diantaranya keluarga, teman bergaul, lingkungan, bahasa dan banyak lagi lainnya. Salah satu diantaranya yang paling berpengaruh adalah bahasa. Dalam berkomunikasi bahasa merupakan suatu keharusan dan modal yang mampu menunjukkan identitas diri. Baik dari situasi formal maupun non formal. Bahkan bahasa yang dianggap sebagai budaya berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter. Seseorang mulai mengenal bahasa sejak di lingkungan keluarga, kemudian berlanjut ke lingkungan sekolah, dan masyarakat. Ini semua yang disebut lingkungan pendidikan. Lingkungan pendidikan memiliki pengaruh yang besar dalam pendidikan anak, karena proses pendidikan selalu berlangsung dalam lingkungan tertentu yang berhubungan dengan ruang dan waktu, karena hal tersebut lingkungan pendidikan harus diciptakan efektif dan semenarik mungkin terlebih mampu memberikan kontribusi lebih terhadap siswa , lalu bagaimana proses pendidikan yang berlangsung diluar sekolah, tentu saja besar pengaruhnya, lingkungan masyarakat terutama, selain di keluarga dan sekolah, lingkungan masyarakat merupakan lingkungan ketiga dalam proses pembentukan kepribadian seseorang sesuai keberadaannya, lingkungan masyarakat juga mampu menyediakan pendidikan yang berfungsi sebagai tambahan atau supplement. Namun pendidikan yang ada di lingkungan kita belum mampu memberikan nilai lebih sehingga mampu membuat seseorang menjadi mudah menghadapi masa depannya dengan baik. Indonesia memerlukan sumber daya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai sebagai pendukung utama dalam pembangunan. Untuk memenuhi sumber daya manusia tersebut, pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sedangkan salah satu untuk mendapatkan pendidikan dengan nilai nilai mulia, berakhlak, kreatif dan memiliki karakter sesuai budaya bangsa dapat diperoleh melalui penggunaan bahasa yang baik. Seperti yang ditekankan pada pernyataan diatas, bahasa ternyata memiliki peranan dalam pengelolahan dan menciptakan generasi penerus yang memiliki nilai lebih. Dengan alasan itulah perlunya menganalisa lebih jauh bagaimana peran bahasa dalam pendidikan karakter. B.Rumusan Masalah Penulis mencoba menganalisis permasalahan tentang pengaruh bahasa terhadap pendidikan karakter antara lain yaitu; 1. Bagaimana kaitan bahasa indonesia dalam pendidikan karakter? 2.Bagaimana penggunaan bahasa indonesia dalam kehidupan bermasyarakat? 3.Bagaimana kedudukan dan fungsi bahasa indonesia dalam dunia pendidikan? 4. Bagaimana penanaman pendidikan karakter melalui bahasa? C.Tujuan Penulisan 1.Mengetahui kaitan bahasa indonesia dalam pendidikan karakter. 2.Mengetahui penggunaan bahasa indonesia dalam kehidupan bermasyarakat. 3.Mengetahui kedudukan dan fungsi bahasa indonesia dalam dunia pendidikan 4.Mengetahui penanaman pendidikan karakter melalui bahasa. BAB II PEMBAHASAN 1. Kaitan Bahasa Indonesia dalam Pendidikan Karakter Bahasa adalah budaya ,ini yang selama ini menjadi sorotan masyarakat bahasa merupakan ciri dari budaya suatu daerah atau personal yang ada dalam diri seseorang. Berbahasa dengan baik , baik pula kepribadian dan pendidikan sesorang. Lalu bagaimana jika budaya salah satu masyarakat menjadi suatu hal yang sulit diterima masyarakat, bisa jadi karena salah satu faktor yaitu bahasa yang kurang tepat, dan itu bisa saja terjadi pada anak didik kita, jika tidak ditanamkan dari awal pentingnya ketepatan bahasa maka akan besar pengaruhnya terhadap budaya mereka dan pendidikannya kedepan. Pendidikan sebagai tumpuhan pembentukan mental anak, haruslah dirancang sesuai kebutuhan kejiwaannya. Penanaman nilai dalam suatu pendidikan harus diterapakan, Pentingnya pendidikan karakter yang memasukkan unsur nilai penting seperti budi pekerti, pengetahuan, tindakan, dan kesemua itu dilakukan dengan tingkat kesadaran yang tinggi. Pada anak usia dini dianggap sebagai suatu hal penting. Penanaman sejak dini memberikan dampak besar bagi anak kedepannya, dengan harapan mental dan sikap anak cukup baik dalam menghadapai tantangan hidup. Bahasa menunjukkan cerminan pribadi seseorang. Karakter, watak, atau pribadi seseorang dapat diidentifikasi dari perkataan yang ia ucapkan. Penggunaan bahasa yang lemah lembut, sopan, santun, sistematis, teratur, jelas, dan lugas mencerminkan pribadi penuturnya berbudi. Sebaliknya, melalui penggunaan bahasa yang sarkasme, menghujat, memaki, memfitnah, mendiskreditkan, memprovokasi, mengejek, atau melecehkan, akan mencitrakan pribadi yang tak berbudi. Tepatlah bunyi peribahasa, "bahasa menunjukkan bangsa". Bagaimanakah sebenarnya tingkat peradaban dan jati diri bangsa tersebut? Apakah ia termasuk bangsa yang ramah, bersahabat, santun, damai, dan menyenangkan? Ataukah sebaliknya, ia termasuk bangsa yang senang menebar bibit-bibit kebencian, menebar permusuhan, suka menyakiti, bersikap arogan, dan suka menang sendiri. Bahasa memang memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional. Begitu pentingnya bahasa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sehingga perlu suatu kebijakan yang berimplikasi pada pembinaan dan pembelajaran di lembaga pendidikan. Salah satu bentuk pembinaan yang dianggap paling strategis adalah pembelajaran bahasa Indonesia, karena kedudukan bahasa indonesia begitu penting begitu pun dengan fungsinya di dalam perhubungan pada tingkat nasional dalam kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah , bahasa indonesia digunakan dalam hubungan antarbadan pemerintah dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. 2.Pentingnya Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Kehidupan Bermasyarakat Manusia merupakan makhluk sosial. Makhluk yang tidak dapat hidup sendiri atau individu, manusia sangat membutuhkan manusia lain dalam menjalankan aktivitas, salah satu contoh penggunaan bahasa yaitu komunikasi dengan orang lain. Bahasa adalah, suatu sistem yang sifatnya berbunyi dan kita ucapkan melalui mulut kita sebagai alat berkomunikasi dengan masyarakat satu dan yang lainnya, fungsi dari bahasa sendiri pun salah satunya adalah, sebagai alat untuk menjelaskan sesuatu dengan menggunakan kata – kata kepada orang yang sedang kita ajak bicara. Ada juga fungsi bahasa itu sebagai alat untuk saling bekerjasama dengan sesama dan sebagai alat indentifikasi diri. Bahasa itu sangat penting untuk berinteraksi sosial, jadi maupun di negara Indonesia ini mempunyai berbagai macam bahasa tetap saja bahasa yang wajib di gunakan dengan baik dan benar adalah Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar, bahasa bukan sekedar alat komunikasi, bahasa itu bersistem. Oleh karena itu, berbahasa bukan sekedar berkomunikasi, berbahasa perlu menaati kaidah atau aturan bahasa yang berlaku. Ungkapan “Gunakanlah Bahasa Indonesia dengan baik dan benar.” Kita tentu sudah sering mendengar dan membaca ungkapan tersebut. Permasalahannya adalah pengertian apa yang terbentuk dalam benak kita ketika mendengar ungkapan tersebut? Apakah sebenarnya ungkapan itu? Apakah yang dijadikan alat ukur (kriteria) bahasa yang baik? Apa pula alat ukur bahasa yang benar? Bahasa yang Baik Penggunaan bahasa dengan baik menekankan aspek komunikatif bahasa. Hal itu berarti bahwa kita harus memperhatikan sasaran bahasa kita. Kita harus memperhatikan kepada siapa kita akan menyampaikan bahasa kita. Berdasarkan uraian tersebut maka tujuan pembelajaran bahasa indonesia adalah memberi bekal pengetahuan agar dapat memahami bahasa indonesia dari segi bentuk ,makna,fungsi,serta menggunakannya dengan tepat dan kreatif dalam berbagai konteks,sehingga dapat meningkatkan kemampuan intelektual,kematangan emosional dan sosialnya . Oleh sebab itu, unsur umur, pendidikan, agama, status sosial, lingkungan sosial, dan sudut pandang khalayak sasaran kita tidak boleh kita abaikan. Cara kita berbahasa kepada anak kecil dengan cara kita berbahasa kepada orang dewasa tentu berbeda. Penggunaan bahasa untuk lingkungan yang berpendidikan tinggi dan berpendidikan rendah tentu tidak dapat disamakan. Kita tidak dapat menyampaikan pengertian mengenai jembatan, misalnya, dengan bahasa yang sama kepada seorang anak SD dan kepada orang dewasa. Selain umur yang berbeda, daya serap seorang anak dengan orang dewasa tentu jauh berbeda. Lebih lanjut lagi, karena berkaitan dengan aspek komunikasi, maka unsur-unsur komunikasi menjadi penting, yakni pengirim pesan, isi pesan, media penyampaian pesan, dan penerima pesan. Mengirim pesan adalah orang yang akan menyampaikan suatu gagasan kepada penerima pesan, yaitu pendengar atau pembacanya, bergantung pada media yang digunakannya. Jika pengirim pesan menggunakan telepon, media yang digunakan adalah media lisan. Jika ia menggunakan surat, media yang digunakan adalah media tulis. Isi pesan adalah gagasan yang ingin disampaikannya kepada penerima pesan. 3.Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia dalam Dunia Pendidikan Bahasa indonesia selain menunjukkan budaya tetapi juga kecerdasan personal seseorang (intelegensi linguistic). Bahasa Indonesia mempunyai peranan yang sangat penting bagi bangsa indonesia . Manusia sudah menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi antarsesamanya sejak berabad-abad silam. Bahasa indonesia hadir sejalan dengan sejarah sosial komunitas-komunitas masyarakat atau bangsa. Pemahaman bahasa indonesia sebagai fungsi sosial menjadi hal pokok masyarakat untuk mengadakan interaksi sosial dengan sesamanya. Salah satunya menunjukkan cara yang bisa dikatagorikan sebagai lingkungan pendidikan yaiu masyarakat. Didalam lingkungan daerah yang terisolir maupun daerah yang jauh dari pusat kota, pendidikan di luar sekolah tentu saja yang berada dalam masyarakat sangat dibutuhkan, karena bagi daerah seperti ini lingkungan pendidikan yang menyediakan ilmu pengetahuan, keterampilan, atau performans yang berfungsi dapat menggantikan pendidikan dasar utama. Pada ketetapan MPR nomor IV/MPR/1988 tentang garis garis besar haluan Negara pada bab IV yaitu pola umum pelita ke lima bagian pendidikan berbunyi sebagai berikut: “Pendidikan merupakan proses budaya, untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia” pendidikan berlangsung seumur hidup dan dapat dilaksanakan didalam Lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, karena itu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. 4.Penanaman Pendidikan Karakter Melalui Bahasa Seiring perkembangan zaman yang terus berubah, memaksa pendidikan yang dinilai mempunyai peran besar harus pandai berinovasi, Hamidjojo mengemukakan hal – hal yang memaksa adanya inovasi pendidikan antara lain: 1. Besarnya eksploasi pendidikan 2. Melonjaknya aspirasi dikalangan masyarakat luas, menambah makin berat dan besarnya keperluan penduduk yang lebih baik 3. Kurangnya sumber 4. Kelemahan sistem 5. Belum mekarnya alat organisasi efektif Oleh sebab perihal tersebut, adanya inovasi dalam perbaikan pendidikan di negara kita antara lain dengan adanya pendidikan karakter, Koesuma dalam artikelnya menyatakan tujuan pendidikan adalah untuk pembentukan karakter yang terwujud dalam kesatuan esensial si subyek dengan perilaku dan sikap hidup yang dimilikinya. Bagi Foerster, karakter merupakan sesuatu yang mengualifikasi seorang pribadi. Karakter menjadi identitas yang mengatasi pengalaman kontigen yang selalu berubah. Dari kematangan karakter seperti inilah, kualitas seseorang secara pribadi mampu diukur. Pendidikan berbasis karakter merupakan salah satu upaya dalam pembaharuan di dunia pendidikan, besar pengaruh penanaman karakter pada anak dianggap sebagai hal pokok. Hal ini mengisyaratkan bahwa mutu pendidikan karakter peserta didik sangat penting untuk ditingkatkan. Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat. Menurut Foerster ada empat ciri dasar dalam pendidikan karakter,yaitu: (1) Keteraturan interior dimana setiap tindakan diukur berdasar hierarki nilai. Nilai menjadi pedoman normatif setiap tindakan. (2) Koherensi yang memberi keberanian, membuat seseorang teguh pada prinsip, tidak mudah terombang-ambing pada situasi baru atau takut risiko. Koherensi merupakan dasar yang membangun rasa percaya satu sama lain. Tidak adanya koherensi meruntuhkan kredibilitas seseorang. (3) Otonomi. Di situ seseorang menginternalisasikan aturan dari luar sampai menjadi nilai-nilai bagi pribadi. Ini dapat dilihat lewat penilaian atas keputusan pribadi tanpa terpengaruh atau desakan pihak lain. (4) keteguhan dan kesetiaan. Keteguhan merupakan daya tahan seseorang guna mengingini apa yang dipandang baik. Dan kesetiaan merupakan dasar bagi penghormatan atas komitmen yang dipilih. Kematangan keempat karakter ini, lanjut Foerster, memungkinkan manusia melewati tahap individualitas menuju personalitas. ”Orang-orang modern sering mencampuradukkan antara individualitas dan personalitas, antara aku alami dan aku rohani, antara independensi eksterior dan interior.” Karakter inilah yang menentukan format seorang pribadi dalam segala tindakannya. Pendapat Foerster ini semakin mendukung program pendidikan yang tidak hanya berfungsi sebagai lembaga yang memberdayakan anak dalam pengertian kecerdasan dan keterampilan melainkan program pendidikan juga menyadarkan tentang pentingnya menjaga moralitas dan peningkatan kemampuan pertimbangan rasional dalam pengambilan keputusan. Apabila segala fenomena tentang pentingnya pendidikan tidak terealisasi dengan baik, maka keberhasilan pemerhati pendidikan karakter akan mengalami kegagalan. Dampak yang dinilai sangat mempengaruhi pendidikan anak adalah Lingkungan, baik keluarga, sekolah maupun masyarakat. Dan pemberian pendidikan akan tersampaikan dengan baik jika penggunaan bahasa diberikan dengan tepat. Bahasa yang sopan,baik dan tidak mampu membuat anak merasa tertekan. Bahasa dapat pula berperan sebagai alat integrasi sosial sekaligus alat adaptasi sosial, hal ini mengingat bahwa bangsa Indonesia memiliki bahasa yang majemuk. Kemajemukan ini membutuhkan satu alat sebagai pemersatu keberseragaman tersebut. Di sinilah fungsi bahasa indonesia sangat diperlukan sebagai alat integrasi sosial. Bahasa disebut sebagai alat adaptasi sosial apabila seseorang berada di suatu tempat yang memiliki perbedaan adat, tata krama, dan aturan-aturan dari tempatnya berasal. Proses adaptasi ini akan berjalan baik apabila terdapat sebuah alat yang membuat satu sama lainnya mengerti, alat tersebut disebut bahasa. Dari uraian ini dapat kita tarik kesimpulan bahwa bahasa indonesia merupakan sesuatu yang sangat penting bagi masyarakat/bangsa . Kartomiharjo (1982:1) menguraikan bahwa salah satu butir sumpah pemuda adalah menjunjung tinggi bahasa persatuan,bahasa Indonesia. Dengan demikian bahasa dapat mengikat anggota-anggota masyarakat pemakai bahasa menjadi masyarakat yang kuat, bersatu, dan maju. Lalu bagaimana bahasa mulai bisa dikatakan berpengaruh terhadap proses pemberian pendidikan karakter, ada lima slogan yang dikumandangkan oleh para pengamat AM/Moulton, 1961, dalam “ International Congress of Linguistic”, yakni: (a) Bahasa adalah Lisan, bukan tulisan (b) Bahasa adalah seperangkat kebiasaan (c) Yang diajarkan adalah bahasa, bukan tentang bahasa (d) Bahasa adalah yang diajarkan oleh si penutur asli (e) Bahasa adalah berbeda-beda Dari slogan tersebut ada satu hal yang dianggap berpengaruh penting terhadap pendidikan karakter yaitu bahasa adalah seperangkat kebiasaan, kebiasaan bisa dikatakan adat, dalam situs Wikipedia menyebutkan bahwa adat ialah adat adalah gagasan kebudayaan yang terdiri dari nilai-nilai kebudayaan, norma, kebiasaan, kelembagaan, dan hukum adat yang lazim dilakukan di suatu daerah. Apabila adat ini tidak dilaksanakan akan terjadi kerancuan yang menimbulkan sanksi tak tertulis oleh masyarakat setempat terhadap pelaku yang dianggap menyimpang. Stevick dalam Sudana menyatakan maksud dari pengajaran bahasa adalah, meningkatkan harga diri, menumbuhkan pikiran positif, meningkatkan pemahaman diri, menumbuhkna keakraban dengan orang lain, dan mampu menemukan kelebihan dan kelemahan diri. Dari pernyataan tersebut maksud pengjaran bahasa berorientasi pada pemerolehan nilai nilai sesuai pendidikan karakter yaitu, menumbuhkan pikiran positif dan menumbuhkan keakraban dengan orang lain. BAB III PENUTUP i.Kesimpulan Setelah membaca dan memahami serta menganalisis pengaruh dan keterkaitan bahasa indonesia terhadap pendidikan karakter dapat disimpulakan sebagai berikut: 1. Bahasa indonesia menunjukkan kepada masyarakat terutama orang tua tentang pentingnya pemahaman secara mendalam yang terkandung pada bahasa indonesia, dengan harapan lebih banyak lagi masyarakat yang menggunakan bahasa sebagai salah satu media pembentukan karakter yang baik, dikehidupan sosial pada umumnya. 2.Bahasa indonesia begitu penting di dalam kehidupan bermasyarakat , karena bahasa indonesia sebagai alat untuk berinteraksi antar masyarakat . Walaupun di negara kita mempunyai macam-macam bahasa yang beragam tetapi bahasa yang wajib kita pahami adalah bahasa indonesia. 3. Bahasa indonesia dalam dunia pendidikan berperan penting dilihat dari segi kegunaanya karena di dunia pendidikan bahasa indonesia digunakan dalam kegiatan yang bersifat formal , begitu pun dengan kedudukannya telah kita ketahui bahwa bahasa indonesia dijadikan sebagai bahasa nasional . 4.Penanaman pendidikan karakter melalui bahasa indonesia sebaiknya dimulai dari usia anak anak, sehingga penanaman nilai-nilai yang diberikan sejak anak-anak dinilai lebih maksimal dari pada diberikan pada usia dewasa.Pendidikan berbasis karakter merupakan salah satu upaya dalam pembaharuan di dunia pendidikan, besar pengaruh penanaman karakter pada anak dianggap sebagai hal pokok. ii.Saran Dari makalah ini, harapan untuk selalu memberikan pendidikan berbasis karakter melalui pengajaran bahasa indonesia agar terus ditingkatkan dan dijadikan suatu rutinitas dalam segala lingkungan pendidikan. Karena terselenggaranya pendidikan di tiga lingkungan sangat memungkinkan penggunaan bahasa indonesia memiliki pengaruh yang besar. Dari cerminan tersebut perlunya pengajaran bahasa indoneisa dan kaitannya dengan pendidikan dinilai mampu memberikan hal positif dalam pembentukan karakter seseorang melalui pendidikan berbasis karakter. Mempelajari dan mengembangkan bahasa indonesia dalam pendidikan sangatlah perlu ditingkatkan, oleh sebab itu kita sebagai pemerhati pendidikan mempunyai peran penting dalam menanamkan nilai nilai positif serta pembentukan karakter seseorang melalaui bahasa yang baik. DAFTAR PUSTAKA Danya Munsyi,Alif. 2005 .Bahasa Menunjukkan Bangsa. Jakarta : Gramedia. Depdiknas. 2003 .Sistem Pendidikan Nasional. Diakses dari : www.depdiknas.go.id. Djafar,Hamsiah. 2011 . Pembelajaran Bahasa Indonesia. Makassar:Alauddin University Perss. Muslich,Mansur.2007. Perencanaan Bahasa pada Era Globalisasi.Bandung:Bumi Aksara. Sudrajat, Akhmad. 2010. Mengaktifkan Siswa Dalam Belajar. Diakses dari: http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2011/12/16/ Sudrajat, Akhmad. 2010. Peran Pendidikan Menuju Bangsa Yang Bermartabat. Diakses dari: http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2011/12/16/ Smala, Junianto .2012 . Peran Bahasa Dalam Pendidikan Karakter . Diakses dari : http://smalajunianto.blogspot.com/2012/02/makalah-peran-bahasa-dalam pendidikan.html